A. Setengah dan Separo (Separuh)

Kata setengah dan separo merupakan kata bilangan yang menyatakan seperdua. Kedua kata ini memiliki persamaan dan perbedaan arti. Kata setengah bermakna “sebagian (sejumlah) dari beberapa (seluruhnya).” Kata separo juga mengandung makna “sebagian dari beberapa.”

1. Persamaan arti
Pada contoh kalimat-kalimat berikut ini kata “setengah” dapat digantikan dengan kata “separo”.

Contoh:
(1) a. Setengah dari jumlah balita di desa diperkirakan kekurangan gizi. (○)
  b. Separo dari jumlah balita di desa diperkirakan kekurangan gizi. (○)

(2) a. Warisan orang tuanya dibagi untuk dua anaknya, masing-masing mendapat setengah bagian.(○)
  b. Warisan orang tuanya dibagi untuk dua anaknya, masing-masing mendapat separo bagian.(○)

2. Perbedaan arti
Pada contoh kalimat-kalimat di bawah ini, kata “setengah” tidak dapat digantikan dengan kata “separo”.

Contoh:
(3) a. Setengah jam yang lalu tamu itu meninggalkan kantor kami.(○)
   b. Separo jam yang lalu tamu itu meninggalkan kantor kami.(×)

(4) a. Bagi siswa itu nilai delapan setengah dapat diperoleh dengan mudah.(○)
  b. Bagi siswa itu nilai delapan separo dapat diperoleh dengan mudah.(×)

B. Esok dan Besok
Kata esok dan besok adalah dua kata yang sering dipertukarkan pemakaiannya. Namun, pada contoh kalimat-kalimat berikut keduanya tidak dapat dipakai saling bergantian karena pengertiannya yang berbeda.

Contoh:
(1) a.Esok lusa kamu harus upayakan agar jalan hidupmu menjadi lebih baik.(○)
  b.Besok lusa kamu harus upayakan agar jalan hidupmu menjadi lebih baik.(×)

(2) a. Marilah kita jelang hari esok dengan kerja keras!(○)
   b. Marilah kita jelang hari besok dengan kerja keras!(×)

Di mana letak perbedaan arti kedua kata itu pada kalimat di atas? Esok lusa dan hari esok berarti “saat yang akan datang” atau “masa depan”, sedangkan besok lusa berarti “dua hari sesudah hari ini” dan hari besok berarti “hari sesudah hari ini”.

Pada contoh berikut pun keduanya tidak dapat digunakan saling bergantian.

Contoh:
(3) a. “Kapan kamu mau ke Jakarta?” “Besok.”(○)
   b. “Kapan kamu mau ke Jakarta? “Esok.”(×)
(4) a. Dia akan datang besok pagi ke kantor.(○)
   b. Dia akan datang esok pagi ke kantor.(×)

Namun, pada contoh kalimat berikut kata mengesokkan (esok) dan membesokkan (besok) dapat dipakai bergantian.

Contoh:
(5) a. Jangan mengesokkan pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini.(○)
  b. Jangan membesokkan pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini.(○)

Mengapa keduanya dapat digunakan bergantian? Karena baik mengesokkan maupun membesokkan pada kalimat di atas bermakna “menangguhkan sampai esok” atau “menangguhkan sampai waktu yang akan datang” dan “menangguhkan sampai besok“ atau menangguhkan sampai satu hari kemudian.”

Sumber: http://www.indonesia.co.jp/bataone/ruangbahasa23.html