Sebagian besar data yang mengandung sih adalah percakapan.

I.Makna sih

a. Sama dengan kata karena.
  Contoh: 1) “Nggak jadi beli HP baru deh.. Abis mahal sih.”
       2) “Belon mau makan siang. Masih kenyang sih.”

b. Sama dengan kata sebenarnya.
  Contoh: 3) “Aduuuh, pantes nggak sih pake baju ini, Ma?”
        4) “Manis sih manis, tapi udah nggak model lagi.”

c. Sama dengan kata kenapa dengan penguatan rasa heran.
  Contoh: 5) “Iya, di foto lo keliatan keren,tapi aslinya awut-awutan begini sih?”
   6) “Wah, berat banget sih kopornya? Isinya apa aja sih?”

II. Fungsi sih

a. Menekankan rasa ingin tahu. Konteks : kata tanya + sih?
  Contoh: 7) “Ada apa sih elo, Joy? Kok diem aja.”
        8) “Pengumuman apaan sih? Kita disuruh kumpul di lobi hotel.”
      9) “Ngapain sih si Alya? Dari tadi ngerem trus di kamar.”
      10) “Ya ampuun. Ada berapa juta kepala sih pacarmu, Don?”

b. Menekankan ketidakpastian mengenai kebenaran suatu hal.
  Contoh: 11) “Katanya sih dia pernah sekolah di Amrik.”
    12) “Dari informasi yang gue dapat sih begitu.”

c. Menguatkan kata sebelumnya dengan nada tidak senang.
  Contoh: 13) “Wah, pelit banget sih lo. Pacarnya disuruh BS (Bayar Sendiri).”
     14) “Judes amat sih? Ditanya kok jawabannya ketus banget.”

d. Mempersalahkan.
  1. Konteks: pronomina + sih
     Contoh: 15) “Lo sih sibuk sama urusan keluarga melulu.”
       16) “Babe sih nggak mau antarin Mami ke pesta.”

  2. Konteks: nomina + sih
     Contoh: 17) “Mobilnya sih mogok melulu.Payah dech.”
      18) “Kamarnya sih nggak pernah dibenahin. Jadinya berantakan.”

  3. Konteks: verba/frasa verbal + sih
     Contoh: 19) “Tuh, si Alya sewot.Lo nggak mau ngajak sih.”
       20) “Pacaran melulu sih ama si Keiko.”

e. Menguatkan kata atau bagian kalimat sebelumnya dengan mengecualikan
hal sejenis lainnya.
 Contoh: 21)“Sikapnya sih wajar-wajar aja.”
   22)“Kalo begini sih sebaiknya ngasih tau dia aja.”

f. Menguatkan kata habis/abis (= karena)
  Contoh: 24) A : “Sialan, tuh cewek maki-maki gue.”
        B : “Abis, lo nggak tau malu sih. Colekin teteknya.”
    25) A : “Eh, tadi pagi gue dimarahin Babe lho!”
       B : “Habis, pulangnya sering malam-malam sih.”

g. Ungkapan: masa sih yang menyatakan ketidakpercayaan.
  Contoh: 26) “Aya, masa sih lo serius pacaran sama Dedy?”
     27) “Masa tega sih lo mo tinggalin Budy?”

h. Ungkapan: gimana sih yang menyatakan rasa marah dan bingung atau
        marah dan heran karena tidak dapat mengerti.
  Contoh: 28) “Ineeemm, gimana sih? Lantai dapurnya nggak dipel-pel?”
   29) “Gimana sih? Kan kamu tahu gimana kemauan dia.”

i. Ungkapan: apa-apaan sih yang menyatakan rasa marah dan menanyakan
         apa maksud sebenarnya.
 Contoh: 30) “Dedy, apa-apaan sih? Gua dibawa ke sini. Ini rumah siapa?”
  31) “Apa-apaan sih,Budy? Malu dong sama temen-temen!”

III. Letak di dalam kalimat

Sih selalu terletak pada kata atau bagian kalimat yang ditekankan. Di antaranya dapat disisipi kata-kata lain, kecuali pada ungkapan apa-apaan sih, gimana sih.

Sumber: http://www.indonesia.co.jp/bataone/ruangbahasa17.html