Kata-kata yang digunakan untuk memberi penjelasan pada kata-kata atau kalimat lain, yang sifatnya tidak menerangkan keadaan atau sifat disebut kata keterangan(adverbia).

Ada dua macam kata keterangan, yaitu:
I. Kata keterangan yang menerangkan keseluruhan kalimat. Karena menerangkan keseluruhan kalimat,letak kata keterangan ini dapat dipindah-pindahkan.

Contoh: Barangkali dia sakit hari ini.
  Dia barangkali sakit hari ini.
    Dia sakit hari ini barangkali.

Kata-kata yang termasuk kata keterangan ini berfungsi untuk menyatakan:
(1) kepastian: memang,pasti, tentu   
(2) keraguan atau kesangsian: barangkali, mungkin, kiranya, agaknya, rupanya
(3) harapan: semoga, moga-moga, hendaknya, mudah-mudahan
(4) pengakuan: seringkali, sekali-sekali, sesekali

II. Kata keterangan yang menerangkan unsur kalimat. Karena menerangkan salah satu unsur kalimat, kedudukannya terikat pada unsur kalimat yang diterangkannya.

Contoh: Nampaknya gadis itu cantik sekali.
   Gadis itu cantik sekali nampaknya.
     Cantik sekali nampaknya gadis itu.

Kata-kata yang termasuk kata keterangan ini berfungsi untuk menyatakan:
(1) waktu: sudah, telah, sedang, lagi, tengah, akan, belum, masih, baru, pernah, sempat
(2) sikap batin: ingin, mau, hendak, suka, segan
(3) perkenan: boleh, wajib, harus, mesti, jangan, dilarang
(4) kekerapan (frekuensi): jarang, sering, kadang-kadang, sekali, dua kali 
(5) kualitas: amat, sangat, sekali, lebih, paling, kurang, cukup, lumayan
(6) kuantitas (jumlah): banyak, sedikit, kurang, cukup, beberapa, semua, seluruh, sebagian, separuh, sekitar, kira-kira, kurang lebih
(7) penyangkalan: tidak, tak, tiada, bukan
(8) pengakuan: ya, betul, benar

Sumber: http://www.indonesia.co.jp/bataone/ruangbahasa20.html