Pemakaian dua kata yang mengandung makna yang sama dipakai sekaligus dalam sebuah kalimat dianggap mubazir, yaitu penggunaan kata yang tidak hemat.

[I] Contoh bentuk salah: pada kalimat-kalimat berikut.
1. Sejak dari kecil ia sudah bercita-cita untuk menjadi dokter.
2. Kredit investasi kecil membantu masyarakat, seperti misalnya petani dan nelayan.
3. Merupakan acara pertama adalah “Sambutan dari Kepala Sekolah.”
4. Kita harus menghormati orang lain agar supaya orang lain itu menghormati kita.
5. Kita pun juga harus mengundang mereka, seperti mereka mengundang kita.
6. Dia bekerja dengan giat demi untuk membiayai sekolah anaknya.
7. Ekspor nonmigas,misalnya kayu lapis, pakaian jadi dll.makin meningkat.
8. Dia berlangganan koran, antara lain Harian Kompas, Pos Kota dsb.

[II] Contoh bentuk benar dari kalimat-kalimat di atas.
1.
a. Sejak kecil ia sudah bercita-cita untuk menjadi dokter.
b. Dari kecil ia sudah bercita-cita untuk menjadi dokter.

2.
a.Kredit investasi kecil membantu masyarakat, seperti petani dan nelayan.
b. Kredit investasi kecil membantu masyarakat, misalnya petani dan nelayan.

3.
a. “Sambutan dari Kepala Sekolah” merupakan acara pertama.
b. Acara pertama adalah “Sambutan dari Kepala Sekolah.”

4.
a. Kita harus menghormati orang lain agar orang lain itu menghormati kita.
b. Kita harus menghormati orang lain supaya orang lain itu menghormati kita.

5.
a. Kita pun harus mengundang mereka, seperti mereka mengundang kita.
b. Kita juga harus mengundang mereka, seperti mereka mengundang kita.

6.
a. Dia bekerja dengan giat untuk membiayai sekolah anaknya.
b. Dia bekerja dengan giat demi membiayai sekolah anaknya.

7. Eskpor nonmigas,misalnya kayu lapis, dan pakaian jadi makin meningkat.

8.. Dia berlangganan koran, antara lain Harian Kompas, dan/atau Pos Kota.

1. Ekspor nonmigas, misalnya kayu lapis, pakaian jadi dll. makin meningkat.
2. Dia berlangganan koran antara lain Harian Kompas, Suara Merdeka dsb.

Karena kata-kata dalam kalimat-kalimat pada contoh di atas, seperti sejak dan dari, seperti dan misalnya dsb. bermakna sama atau bersinonim maka tidak perlu digunakan sekaligus dalam sebuah kalimat. Kita cukup memakai salah satu di antara kedua kata tersebut. Selanjutnya, pada contoh [7 dan 8] kata misalnya, atau antara lain sudah bermakna “beberapa atau sebagian”. Oleh karena itu dll., dsb., tidak perlu digunakan bersama dalam satu kalimat, Lebih baik digunakan kata dan atau atau Memang ada orang yang punya hobi memakai kata-kata mubazir agar kedengarannya lebih keren atau dengan tujuan untuk menandaskan ucapan atau tulisannya. Namun dari segi bahasa baku hal itu tidak dianjurkan. Kalau Anda gunakan dalam bahasa gaul,yah boleh saja, tetapi kalau sudah meningkat ke bahasa resmi, harap Anda perhatikan hal-hal tersebut. Gunakanlah bahasa sesuai dengan Waktu, Tempat dan Kondisinya (TPO). ***

Sumber: http://www.indonesia.co.jp/bataone/ruangbahasa10.html